Batasi jumlah opsi sebelum membuat pilihan—misalnya pilih dari tiga alternatif terbaik daripada dari daftar panjang. Batasan ini mengurangi kebingungan dan mempercepat keputusan.
Gunakan aturan jempol untuk kategori tertentu, seperti pakaian, makan siang, atau hiburan. Aturan sederhana seperti “pakai baju A untuk rapat” memotong waktu berpikir yang tidak perlu.
Terapkan prinsip “cukup baik” untuk keputusan non-kritis: cari solusi yang memenuhi kebutuhan utama tanpa mengejar kesempurnaan. Ini menjaga energi untuk keputusan yang lebih penting.
Kumpulkan keputusan sejenis dan selesaikan sekaligus (decision batching). Misalnya, tetapkan satu sesi mingguan untuk merencanakan menu atau menata tagihan, sehingga sisa waktu lebih bebas dari gangguan.
Buat komitmen awal untuk pilihan yang berulang, seperti daftar belanja tetap atau rutinitas akhir pekan. Kebiasaan pra-ditentukan mengurangi frekuensi memikirkan opsi yang sama.
Sisihkan waktu singkat untuk refleksi setelah keputusan besar agar boleh menilai bagaimana aturan bekerja. Evaluasi kecil membantu memperbaiki strategi tanpa membebani proses sehari-hari.
